Ada berbagai ragam makna rumusan pendidikan yang telah dikemukakan oleh para pakar sesuai dengan sudut pandang dan konteks penggunaan masing-masing rumusan tersebut. Pendidikan (education) dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Latin “educare” berarti memasukkan sesuatu (Langgulung, 1988: 4).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pendidikan dimaknai sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam suatu usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran itu sendiri.

Menurut Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal I disebutkan bahwa makna pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Driyarkoro (Madya Ekosusilo dan  Kasihadi, 1989) mengatakan bahwa  pendidikan pada dasarnya adalah usaha untuk memanusiawikan manusia. Dalam konteks tersebut pendidikan tidak dapat dimaknai sekedar membantu pertumbuhan secara fisik saja, tetapi juga keseluruhan perkembangan pribadi manusia dalam konteks lingkungan manusia yang memiliki peradaban.

Menurut Langgulung (1988: 3) makna pendidikan berarti pewarisan kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda, agar hidup masyarakat tetap berkelanjutan. Atau dengan kata lain, masyarakat mempunyai nilai-nilai budaya yang ingin disalurkan dari generasi ke genarasi agar identitas masyarakat tersebut tetap terpelihara.

Menurut Kneller (1967: 21) makna pendidikan adalah :Education is the process by which society, through schools, colleges, universities, and other institutions, deliberately transmits its cultural heritage – its accumulated knowledge, value, and skill from one generation to another. Artinya  pendidikan merupakan proses dimana masyarakat melalui sekolah-sekolah, perguruan tinggi, universitas, dan institusi lain dengan sengaja mewariskan warisan budayanya-yakni berupa akumulasi pengetahuan, nilai, dan ketrampilan dari generasi ke generasi yang lain. Hal senada juga diungkapkan oleh Laska (1976: 3), bahwa: Education is one of the most important activities in which human beings engage. It is by means of the educative process and its role in transmitting the cultural heritage from one generation to the next that human societies are able to maintain their existence. Artinya pendidikan merupakan salah satu aktivitas yang paling utama yang melibatkan tubuh manusia. Pendidikan merupakan sarana proses mendidik dan perannya di dalam mewariskankan warisan budaya dari satu generasi kepada generasi berikutnya sehingga masyarakat manusia bisa memelihara keberadaan mereka.

About these ads

About tesisskripsionline

Konsultan Disertasi, Tesis, Skripsi, Analisis Data

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s